Thursday, October 21, 2010

Seni Rupa: Berbagai Aliran di Bentara Budaya Bali

Gianyar, Kompas - Banyak aliran dalam seni rupa. Mulai dari primitif sampai futuris, ada naturalis, ada abstrak, bisa impresionis, bisa ekspresionis, ada realis, ada juga surealis. Namun, berbagai aliran itu seakan semua bermuara di Bentara Budaya Bali.

Rabu (20/10), sebuah Pameran Seni Rupa Ilustrasi Cerpen Kompas digelar di Bentara Budaya Bali, Jalan Prof IB Mantra 88A, Bypass, Ketewel, Gianyar, Bali. Dalam pameran itu tidak hanya ditampilkan ilustrasi karya pelukis semata, tetapi juga pekerja seni patung, instalasi, bahkan fotografi.

Ilustrasi cerpen Sepasang Ular Disalib Ungu karya Pintor Sirait, misalnya, ditampilkan dalam bentuk video. Ilustrasi cerpen Rumah Amangboru karya Faisal Habibi dan ilustrasi cerpen Bayangan Darah karya Hardiman Radjab juga ditampilkan dalam bentuk instalasi.

Ada juga karya Oscar Motuloh yang dikenal sebagai jurnalis foto di Kantor Berita Antara. Karyanya, ”Eksekusi”, menjadi ilustrasi cerpen Waluyo Basuki.

Pameran dibuka Guru Besar Seni Pertunjukan I Wayan Dibia. Hadir juga Konsul Kehormatan Italia di Bali Pino Confessa, Wakil Pemimpin Redaksi Kompas Trias Kuncahyono, dan salah seorang juri pemilihan Ilustrasi Cerpen Kompas, Jean Couteau.

Wayan Dibia mengatakan, ia sempat tercengang dengan keragaman karya. Menurut dia, pameran ini juga dapat memberikan nuansa berbeda bagi para seniman di Bali. Soalnya, lukisan ini merupakan hasil interaksi dua seniman yang berbeda, yaitu pekerja seni rupa sebagai pembuat ilustrasi dan seni sastra yang membuat cerita pendek. ”Malam ini kita bisa memberikan apresiasi berbeda,” katanya.

Wakil Pemimpin Redaksi Kompas Trias Kuncahyono juga menantang para seniman Bali untuk ikut serta meramaikan pembuatan ilustrasi cerpen Kompas yang selalu hadir menemani pembaca setiap hari Minggu. ”Kompas Minggu sudah menjadi galeri seni,’ ujarnya.

Menurut Direktur Eksekutif Bentara Budaya Bali Efix Mulyadi, karya seni rupa dalam pameran ini memang dibuat oleh para seniman yang tidak lagi bersoal dengan kekhususan, seiring dengan semakin mencairnya batas-batas teknis dan media di dalam dunia seni rupa.

Ada 51 karya perupa yang ditampilkan dalam pameran yang akan berlangsung sampai 30 Oktober ini. Sebelumnya, pameran ini digelar di Jakarta, Bandung, Solo, Yogyakarta, dan Surabaya. Pameran Seni Rupa Ilustrasi Cerpen Kompas ini merupakan pameran tahun ketujuh. (sut)

Sumber: Kompas, Kamis, 21 Oktober 2010

1 comment:

Buzzcity said...

Hai,

Kami merasa bahwa konten di dalam situs Anda sangatlah menarik dan bermanfaat dan kami berharap bahwa Anda mau mempertimbangkan kesempatan untuk bisa berbagi dengan kalangan pembaca dari media lain, yaitu kepada sejumlah pengguna ponsel dari Mobile Internet tentunya. Disini kami ingin memperkenalkan fitur “Mobilizer” yang kami miliki dimana fitur ini dapat merubah situs web yang mempunyai RSS atau atom feeds menjadi situs mobile tanpa diperlukan programming lebih lanjut. Hanya dengan beberapa langkah saja, Anda dapat me-monetize traffic dan membentuk pengikut baru dari kalangan mobile.

Untuk kenyamanan Anda dan sebagai bahan ilustrasi, kami telah membuat situs mobile Anda yang dapat langsung Anda lihat di http://buzzcity.mobi/cabiklunik dan silahkan hubungi kami di mobibiz@buzzcity.com untuk info loginnya. Semoga ini bisa menjadi awal kerjasama yang baik diantara kita dan silahkan kunjungi situs kami di www.buzzcity.com jika Anda membutuhkan info lebih lanjut.

Buzzcity (myGamma) juga akan hadir di acara Pesta Blogger 2010 pada tanggal 30 Oktober 2010 di Jakarta sekaligus sebagai salah satu sponsor, semoga kita dapat berjumpa langsung disana untuk saling bertukar pikiran lebih banyak lagi.

Terima kasih untuk waktu dan perhatiannya :)

Salam,
Tim Mobilizer (Buzzcity)