
Pantun dan puisi Sofyan Lubis terbagi dalam tujuh bab. Pengelompokannya berdasarkan hari besar keagaamaan seperti Ramadhan, Idul Fitri, Natal, Imlek, serta pantun gaul.
Menurut Pemimpin Umum harian Poskota itu, isi bukunya berasal dari pantun dan puisi yang dikirimkan kepada kenalannya dan balasan mereka sebagai ucapan selamat hari raya. "Dari surat kemudian ke pesan pendek dikumpulkan, inilah yang dibukukan," ujarnya.
Menurut lelaki 59 tahun itu, pantun akhir-akhir ini marak dipakai, misalnya, oleh pejabat untuk mengakhiri pidatonya. Dengan pantun, acara menjadi tambah ramai. Dengan bukunya, tutur mantan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia 1993-1998 tersebut, orang tak perlu susah mencari bahan pantun untuk korespondensi atau pidato.
ANWAR SISWADI
Sumber: Tempo Interaktif, Rabu, 30 Juni 2010
No comments:
Post a Comment