
”Penentuan pemenang untuk setiap kategori dilakukan lewat seleksi ketat dan perdebatan intensif selama beberapa minggu. Saya merasa senang, selalu ada keputusan terbaik dari dewan juri dalam menentukan pemenang penghargaan ini. Ini menunjukkan bahwa kita tak pernah kehabisan stok untuk mendapatkan orang-orang terbaik untuk diberi penghargaan,” kata Aburizal Bakrie, saat memberikan sambutan mewakili keluarga Achmad Bakrie.
Lima tokoh penerima penghargaan itu adalah Sajogyo (83) untuk pemikiran bidang sosial, Danarto (69) untuk bidang kesusastraan, Agustinus Soemantri Hardjojuwono (73) untuk bidang kedokteran, Pantur Silaban (72) untuk bidang sains, dan Warsito P Taruno (42) untuk bidang teknologi.
Atas prestasi dan pencapaian mereka, setiap tokoh penerima memperoleh Penghargaan Achmad Bakrie dalam bentuk trofi, piagam, dan uang Rp 150 juta.
Pemberian Penghargaan Achmad Bakrie tahun 2009 memasuki tahun yang ketujuh. Achmad Bakrie adalah pengusaha yang percaya terhadap kekuatan ilmu pengetahuan. Komitmen Bakrie senior terhadap dunia pengetahuan kini diteruskan oleh Aburizal Bakrie.
Sastrawan Danarto, yang dinilai telah memperluas pengertian realisme dalam sastra Indonesia, mengatakan, jika kesusastraan adalah fiksi yang jadi sejarah, dan sejarah yang menjadi fiksi, kita menemukan kesukaran karena cahaya putih dan cahaya hitam itu semakin tampak cemerlang.
Warsito P Taruno telah dan terus mengembangkan electrical capacitance volume tomography (ECVT), suatu teknologi tomografi volumetrik berdimensi empat (tiga dimensi ruang dan dimensi waktu). ECVT sudah dipatenkan dan sudah digunakan NASA (lembaga antariksa AS).
Pantur Silaban adalah fisikawan yang berhasil membangun persamaan-persamaan gerak realtivistik untuk partikel-partikel titik. Ia bekerja pada ranah yang amat fundamental dalam fisika, yaitu meliputi sejarah asal-usul hingga masa depan alam semesta. (NAL)
Sumber: Kompas, Sabtu, 15 Agustus 2009
No comments:
Post a Comment