Saturday, November 13, 2010

Festival Keraton Nusantara: Upaya Mengembalikan Nilai Luhur Masa Lalu

Palembang - Sedikitnya 108 keraton/kesultanan memastikan menghadiri dan meramaikan Festival Keraton Nusantara (FKN) VII di Palembang, Jumat (26/11) hingga Minggu (28/11).

Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin, Kamis (11/11) mengungkapkan, selain berasal dari keraton di nusantara, beberapa keraton/kesultanan dari negara tetangga seperti Kesultanan Sulu (Filipina), Kesultanan Serawak (Malaysia), dan Kesultanan Brunei Darussalam juga akan ambil bagian pada event kali ini.

“Panitia sudah mendapat komitmen mereka akan hadir pada FKN di Palembang,” kata Sultan Iskandar.

Mengusung tema Revitalisasi Peran Keraton dan Lembaga Adat Nusantara dalam Memperkokoh Ketahanan Budaya Bangsa, ajang pertemuan keraton se-Nusantara kali ini akan memfokuskan pembahasan bagaimana mengembalikan nilai-nilai luhur bangsa ini yang mulai meluntur.

“Begitu banyak permasalahan muncul di negeri ini sekarang. Tawuran dan aksi anarkistis setiap hari terjadi. Kekompakan, gotong royong, kesetiakawanan, dan kebersamaan yang menjadi nilai luhur bangsa ini seolah menghilang ditelan globalisasi. Itulah yang ingin diperbaiki bersama melalui lembaga adat ini,” ujarnya.

Dirikan Koperasi


Sultan Iskandar menambahkan, pada musyawarah besar (mubes) juga akan dibahas pembentukan wadah tunggal forum keraton dan lembaga adat yang tersebar di Nusantara. Selain itu akan dibahas pula pembentukan koperasi raja/sultan Nusantara untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan.

Berbagai persoalan lainnya, menurut Ketua Panitia Ismet Nur Asni, akan dibahas dalam festival ini. Di antaranya peran keraton dan lembaga adat dalam memperkokoh ketahanan budaya bangsa dan menetapkan tuan rumah FKN VIII, deklarasi persaudaraan raja/sultan dan lembaga adat Nusantara menjadi wadah tunggal yang bernama persaudaraan raja/sultan adat Nusantara.

Untuk meramaikan festival ini, sebanyak 3.000 prajurit keraton se-Nusantara akan mengikuti event yang bakal digelar di Palembang, Jumat-Minggu (26-28/11).

FKN nanti akan dipusatkan di Plasa Benteng Kuto Besak (BKB) dan Museum Sultan Mahmud Badaruddin II. Festival ini menurut dia, terbuka untuk umum. Saat festival berlangsung akan ditampilkan berbagai keunikan budaya yang dimiliki masing-masing keraton.

“Akan ada pameran benda pusaka masing-masing keraton. Nanti juga akan ada kirab agung prajurit keraton lengkap dengan atribut dan ciri khas masing-masing keraton pada 27 November,” katanya.

Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin mengungkapkan, masyarakat Palembang patut berbangga dengan adanya event ini. Pasalnya, FKN VII ini baru pertama kali dilaksanakan di Pulau Sumatera. ”Kesultanan Palembang sudah lebih dari 183 tahun vakum karena berbagai permasalahan. Namun saat ini kami berusaha bangkit dan alhamdulillah, bisa muncul kem­bali dan membangun kembali tatanan adat istiadat dan kebudayaan di Palembang. Ke­suk­sesan kami menjadi tuan rumah yang baik nantinya, tentu tidak lepas dari peran serta ma­sya­rakat Palembang,” tutur Sultan Iskandar. (muhamad nasir)

Sumber: Sinar Harapan, Sabtu, 13 November 2010

No comments: