
Pendiri Kompas-Gramedia, Jakob Oetama, dalam acara pembukaan pameran, Kamis (15/1) malam, mengatakan, barang-barang yang dipamerkan mencerminkan kekayaan budaya Indonesia. Kekayaan budaya Indonesia yang beragam itu sekaligus menegaskan bahwa Bhinneka Tunggal Ika tetap aktual dalam perubahan zaman. ”Indonesia akan tetap Bhinneka Tunggal Ika,” tegasnya.
Pemerhati masalah kebangsaan, Siswono Yudo Husodo, saat membuka pameran mengatakan, masyarakat Tionghoa yang datang ke Indonesia sejak 1.000 tahun silam berasal dari suku, bahasa, dan budaya yang beragam.
”Karena yang datang beragam dan yang didatangi juga beragam, akulturasi yang terjadi menghasilkan kebudayaan Tionghoa peranakan yang sangat beragam,” ujarnya.
Menurut Siswono, kebudayaan Tionghoa yang datang ke Indonesia telah ikut memperkaya kebudayaan nasional kita. Sebaliknya, kebudayaan lokal ikut memperkaya kebudayaan para pendatang itu.
Pada acara pembukaan juga diluncurkan buku Peranan Tionghoa Indonesia, Sebuah Perjalanan Budaya yang diterbitkan bersama Komunitas Lintas Budaya Indonesia dengan majalah Intisari. Selama pameran juga akan diputar sejumlah film dan seminar. (NAL)
Sumber: Kompas, Jumat, 16 Januari 2009
No comments:
Post a Comment