Friday, December 21, 2007

Hashim Serahkan Arca Lagi, Ditemukan Ada Kerusakan Baru

Jakarta, Kompas - Hashim Djojohadikusumo melalui kuasa hukumnya menyerahkan arca Nandisawahanamurti ke Direktorat Jenderal Peninggalan Purbakala Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, Rabu (19/12). Pada arca tersebut ditemukan ada beberapa kerusakan baru.

Seperti lima arca batu lainnya yang sebelumnya telah ditemukan di rumah pengusaha tersebut, arca itu diduga juga merupakan koleksi Museum Radya Pustaka, Solo, Jawa Tengah.

Seperti diwartakan beberapa waktu lalu, telah terjadi pencurian dan pemalsuan sejumlah koleksi di Museum Radya Pustaka, Solo. Kelima arca batu telah diverifikasi keasliannya. Arca itu adalah Agastya (Siwa Mahaguru), Durgamahesasuramardini, Durgamahesasuramardini II, Siwa, dan Mahakala. Kelima arca asli itu diganti tiruannya.

Kelima arca buatan abad IV-abad X ditemukan dan disita dari rumah pengusaha nasional Hashim Djojohadikusumo di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, dan dibawa ke Markas Kepolisian Kota Besar (Poltabes) Solo.

Sementara itu, Kepala Museum Radya Pustaka Solo KRH Darmodipuro (69) ditangkap Poltabes Solo dan ditetapkan sebagai tersangka.

Kuasa hukum Hashim, Hermawan Pamungkas, mengatakan, arca Nandisawahanamurti diserahkan ke pemerintah untuk diverifikasi keasliannya. Jika arca tersebut asli, prosedur yang berlaku akan diikuti. "Kami akan menunggu hasil verifikasi terlebih dahulu," ujarnya.

Seperti kelima arca batu lainnya, Hashim ditawari arca itu oleh Hugo Kreijger, dealer dan konsultan benda-benda seni yang pernah bekerja di Christie’s Amsterdam, dan arca itu disertai bukti-bukti kepemilikan.

Arca itu dibeli Hashim sekitar Januari-Maret 2007 dengan pertimbangan agar benda cagar budaya itu tidak jatuh ke pihak asing. "Itu arca terakhir yang dibeli dari Hugo, tidak ada lainnya," ujar Hermawan. Kini status Hashim sebagai saksi.

Direktur Peninggalan Purbakala Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Suroso, yang menerima arca tersebut secara resmi, mengungkapkan, para arkeolog akan memverifikasi keaslian arca batu itu dengan melihat bahan, gaya, dan memperbandingkannya dengan arca lain. Penyerahan arca tersebut, menurut dia, merupakan inisiatif Hashim.

Dia mengatakan, ada benda cagar budaya yang dapat dimiliki masyarakat dan ada yang harus dimiliki negara. Pemerintah yang memutuskannya berdasar nilai dan jumlah benda itu. Terkait arca itu, kata Suroso, seharusnya benda tersebut dimiliki negara.

Kerusakan bertambah


Dalam penyerahan tersebut Ketua Kelompok Kerja Perlindungan Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Jawa Tengah Lambang Babar Purnomo menjadi saksi. Dia mengatakan ada kerusakan baru.

Saat penyerahan arca tersebut, Lambang menyatakan, arca yang dikembalikan Hashim memang benar adalah arca Nandisawahanamurti yang asli, koleksi Museum Radya Pustaka Solo yang hilang beberapa waktu lalu.

"Walaupun beberapa bagian tubuhnya rusak, arca ini merupakan satu-satunya arca Nandisawahanamurti khas Dieng yang paling utuh di antara empat arca Nandisawahanamurti yang ada. Yang jelas ini adalah salah satu masterpiece," ujar Lambang Babar Purnomo.

Salah satu ciri yang membuat Lambang yakin arca tersebut koleksi Museum Radya Pustaka yang hilang adalah di bagian leher arca ini pernah patah dan disambung. Selain itu, tangan kanan depan sudah rusak.

"Tetapi, sekarang, kelihatannya ada kerusakan baru. Di bahu kanan agak retak. Patahan tangan kanan kerusakannya tambah parah. Mungkin jatuh," ujar Lambang.

Arca Nandisawahanamurti adalah satu dari 65 koleksi Museum Radya Pustaka yang hilang. Dari 65 koleksi tersebut, ada tujuh arca batu yang hilang, enam di antaranya dimiliki Hashim.

Mengenai temuan arca ini, Lambang menyayangkan mengapa baru sekarang pihak Hashim menyerahkan benda cagar budaya tersebut. Bila alasannya pihak Hashim belum tahu kalau arca terakhir itu juga milik Museum Radya Pustaka, menurut Lambang, itu patut dipertanyakan.

"Di Yayasan Keluarga Hashim, kan, bahkan ada mantan Kepala BP3 Yogyakarta, kok bisa enggak tahu hal itu," ujarnya.

Sementara itu, penyelidikan kasus pencurian dan pemalsuan lima arca hingga kini terus dilakukan Poltabes Solo. Pekan depan rencananya penyidik akan memeriksa Paku Buwono XIII Hangabehi, terkait surat keterangan yang dikeluarkan Keraton Kasunanan Surakarta terhadap lima arca batu yang dibeli Hashim. (INE/A04/SON)

Sumber: Kompas, Jumat, 21 Desember 2007

No comments: