
Alhasil, jadilah empat buku berisi kumpulan karya Taufiq Ismail. Buku bertajuk Mengakar ke Tanah, Menggapai ke Langit yang diterbitkan Redaksi Horizon itu merupakan catatan sejarah puisi, prosa, serta prosa yang dijadikan syair lagu.
Di TVRI Sumatera Barat, 28 Mei 2008, kawan-kawan sastrawan juga menandai peluncuran buku itu dengan menggelar seminar dan membaca puisi.
Mengapa Taufiq memilih judul bukunya seperti itu?
”Saya mengibaratkan sastra saya sebagai sebuah pohon. Semoga dia menghunjam ke bawah dan menjulang ke langit. Lalu pohon itu tumbuh subur, bisa untuk tempat berteduh para musafir, juga memberikan buah bagi anak-anak,” kata Taufiq menutup pembicaraan. (ART)
Sumber: Kompas, Jumat, 30 Mei 2008
No comments:
Post a Comment