
Kalau rasa rindu itu belum juga hilang, Djenar memilih menghibur diri dengan bertemu teman-teman dekatnya.
”Di sini aku biasanya bisa menemukan hal baru. Kan harus ada keseimbangan antara kerja dan bersenang-senang,” tuturnya.
Selepas itu, Djenar bisa kembali duduk nyaman di depan komputer. Selain menyiapkan novel, dia juga sedang sibuk menyiapkan biografi band Slank bersama dua penulis lain. Buku biografi itu dibuat untuk merayakan ulang tahun Slank yang ke-25.
”Bulan Agustus nanti aku harus mulai menulis karena bulan November (buku itu) harus selesai,” kata Djenar tentang biografi yang dia kebagian menulis tentang seks, narkoba, dan rock 'n roll grup Slank itu. (WIN)
Sumber: Kompas, Sabtu, 28 Juni 2008
No comments:
Post a Comment