Monday, May 23, 2011

Bahasa Indonesia: Badan Bahasa Tidak Ikut Bikin Kurikulum

-- Indra | Latief

JAKARTA, KOMPAS.com — Sekretaris Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Yeyen Maryani mengakui, penyusunan kurikulum mata pelajaran Bahasa Indonesia selama ini dilakukan sepenuhnya oleh Pusat Kurikulum dan Perbukuan beserta Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemendiknas. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa tak pernah dilibatkan dalam penyusunan kurikulum tersebut.

Namun, kata Yeyen, pihaknya akan proaktif untuk memberi masukan agar kurikulum Bahasa Indonesia dapat lebih mudah dipahami siswa sehingga hasil akhir UN untuk Bahasa Indonesia akan lebih baik.

"Sementara ini kurikulum bahasa Indonesia dibuat di bawah Balitbang dan pusat kurikulum, kita tidak pernah diajak duduk bersama untuk membahas ini. Tapi, kami akan proaktif memberi masukan kepada kurikulum," kata Yeyen saat dihubungi Kompas.com, Senin (23/5/2011).

Menurutnya, kurikulum Bahasa Indonesia sejauh ini sudah baik. Ia akan meneliti lebih dalam apakah letak kesalahan terjadi pada guru atau siswa yang sulit memahami sehingga angka ketidaklulusan mata pelajaran tersebut sangat tinggi.

"Saya kira kurikulum Bahasa Indonesia sudah bagus, mungkin saja ada pola pengajaran yang tidak nyambung dari bahasa itu antara guru dengan murid," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, Badan Bahasa Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) berjanji akan turun tangan memperbaiki mata pelajaran Bahasa Indonesia. Hal ini dilakukan mengingat banyaknya siswa jenjang SMA/MA yang tak lulus ujian nasional (UN) pada mata pelajaran Bahasa Indonesia.

Berdasarkan data Kemendiknas, Bahasa Indonesia menempati urutan kedua dengan angka tidak lulus terbanyak setelah Matematika. Tahun ini, sedikitnya sekitar 1.786 siswa atau (38,43 persen) SMA/MA yang tidak lulus UN Bahasa Indonesia.

Sumber: edukasi.kompas.com | Senin, 23 Mei 2011

No comments: