Saturday, September 15, 2007

Lembaga Sosial: Dibentuk, Yayasan Umar Kayam

YOGYAKARTA, KOMPAS - Kehadiran lembaga sosial yang mewadahi aktivitas seni dan budaya menarik para pemerhati budaya untuk membentuk Yayasan Umar Kayam. Yayasan ini diharapkan mendukung perwujudan masyarakat Indonesia yang heterogen secara etnis, kebudayaan, dan kesetaraan jender.

Direktur Yayasan Umar Kayam (YUK) Kusen Alipah Hadi mengemukakan, sampai saat ini masih sedikit lembaga yang bersedia mendedikasikan diri dan mengkaji persoalan sosial yang lebih luas, serta eksplorasi seni dan budaya di Indonesia.

"Lembaga semacam ini dibutuhkan untuk mendorong munculnya pemikiran-pemikiran baru yang inovatif," katanya di sela-sela acara selamatan pembukaan YUK di Yogyakarta, awal pekan ini.

"Di sini setiap orang bisa mengasah ketajaman rasa dan pikir sebagai upaya membangun Indonesia yang lebih adil dan sejahtera," kata Kusen.

Partisipasi

Para pemerhati budaya yang tergabung dalam YUK, antara lain Sita Aripurnami, dan Aris Arif Mundayat sebagai Dewan Pengawas, serta Butet Kartaredjasa dan Sabarisman sebagai Dewan Pengurus. Melalui pengelolaan "Rumah Belajar Cara Umar Kayam" mereka mengundang seluruh lapisan masyarakat untuk berpartisipasi dalam YUK.

Kusen menambahkan, kegiatan YUK akan mencakup seminar dan pelatihan, mediasi, penelitian, penampilan seni, pengelolaan perpustakaan, dan basis data. YUK juga membuka kesempatan beasiswa penulisan bagi penulis muda atau guru, khususnya bidang seni dan budaya.

Kegiatan yang diagendakan adalah Kursus Penulisan Umar Kayam yang terbuka untuk umum tanpa membedakan sastra pop, serius, tinggi, rendahan, permukaan, dan mendalam. Peserta terpilih akan mendapat fasilitas diskusi bulanan, pelatihan penulisan, mencipta novelet. (YOP)

Sumber: Kompas, Sabtu, 15 September 2007

No comments: