Wednesday, August 08, 2012

Seno Gumira Tolak Bakrie Award

JAKARTA, KOMPAS.com — Sebagai wujud apresiasi terhadap tokoh-tokoh inspiratif yang berjasa dalam kehidupan intelektual Indonesia, enam tokoh Indonesia memperoleh Penghargaan Achmad Bakrie 2012 untuk Negeri dari Freedom Institute. Salah satunya menolak penghargaan itu, yakni Seno Gumira Ajidarma.

Seno Gumira Ajidarma (Kompas/was)

Keenam tokoh yang terpilih itu adalah M Dawam Rahardjo (kategori Pemikiran Sosial), Seno Gumira Ajidarma (Kesusastraan), Sultana MH Faradz (Kedokteran), Wiratman Wangsadinata (Teknologi), Tjia May On (Sains), dan Yogi Ahmad Erlangga (Ilmuwan Muda Berprestasi).

Pada surat balasan kepada Freedom Institute tertanggal 18 Juni 2012, Seno menyampaikan agar penghargaan yang ia peroleh sebaiknya diberikan kepada orang lain yang dianggap layak.

Direktur Eksekutif Freedom Institute Rizal Mallarangeng menjelaskan, penghargaan ini diberikan karena mutu karya dan dedikasi seseorang di bidangnya. Penolakan itu tidak lantas menurunkan penilaian juri atas mutu karya dan dedikasi tokoh terpilih. Tidak ada alasan bagi Freedom Institute untuk membatalkan atau mengalihkan pemberian penghargaan yang sudah menjadi keputusan tim juri.

”Kami bisa menerima keputusan itu meski sangat disayangkan. Meski ada kontroversi, (hal itu) tidak mengurangi nilai dan kualitas penghargaan ini. Kami tidak bisa melarang orang menolak penghargaan ini,” kata Rizal, Selasa (7/8), di Jakarta.

Selain Seno, beberapa tokoh terpilih pada tahun-tahun sebelumnya juga pernah menolak penghargaan itu, di antaranya, Franz Magnis-Suseno, Sitor Situmorang, dan Goenawan Mohamad.

”Penghargaan ini menilai pengabdian dan pengembangan sains para tokoh. Terlepas dari apakah mereka menerima atau menolak, kami tetap mengapresiasi itu,” kata Rizal.

Pemilihan sulit

Juru bicara dewan juri, Nirwan A Arsuka, menambahkan, memasuki tahun ke-10 ini, pemilihan semakin sulit. Sebab, tokoh yang menonjol pada bidangnya amat jarang, terutama bidang kesusastraan dan pemikiran sosial. Kriteria utama yang mereka lihat adalah mutu karya tokoh dan bagaimana karyanya berdampak pada masyarakat.

Pada pemilihan tokoh, lanjut Nirwan, tim juri juga meminta masukan dan rekomendasi sejumlah pihak yang juga memiliki keahlian dan kompetensi pada setiap kategori bidang. ”Kami tak bisa memublikasikan anggota juri, untuk menghindari konflik kepentingan,” ujarnya.

Penghargaan yang mulai diberikan sejak 2002 itu juga merupakan bentuk komitmen pendiri Kelompok Bakrie, Achmad Bakrie (alm). Semasa hidupnya, Achmad Bakrie dikenal peduli pada pembangunan bangsa.

”Perhatian dan kepedulian itu diwujudkan dalam bentuk penghargaan bagi karya terbaik putra-putri Indonesia,” kata Chief Synergy Officer PT Visi Media Asia Tbk Anindra Ardiansyah Bakrie.

Penerima penghargaan masing-masing mendapat trofi, piagam, dan uang Rp 250 juta, yang akan diserahkan pada Malam Penghargaan Achmad Bakrie 2012 untuk Negeri. Pemberian penghargaan ini akan disiarkan secara langsung dari XXI Ballroom Djakarta Theater pada hari Minggu, 12 Agustus 2012, pukul 19.00. (LUK)

Sumber: Kompas, Rabu, 8 Agustus 2012

No comments: