Sunday, November 25, 2012

Deklarasi Hari Puisi Dapat Sambutan Hangat

BANDAR LAMPUNG -- Deklarasi Hari Puisi Indonesia di Pekanbaru, Riau, dilakukan oleh para penyair dan seniman dari berbagai daerah mendapatkan sambutan hangat dari berbagai pihak.

Menurut penyair asal Lampung, Isbedy Stiawan ZS yang juga ikut mendeklarasikan Hari Puisi pada Kamis (22/11) malam itu, saat dihubungi di Bandarlampung, Minggu, menegaskan bahwa deklarasi itu diniatkan untuk memualiakan puisi di Indonesia.

"Kalau tak penyair yang memberi penghormatan puisi, siapa lagi akan memuliakan puisi," kata dia.

Isbedy mengutip ungkapan Rida K Liamsi, penyair Riau sekaligus inisiator-konseptor Deklarasi Hari Puisi di Pekanbaru, Hari Puisi yang dideklarasikan Presiden Penyair Indonesia Sutardji Calzoum Bachri bersama penyair yang diundang dari Papua hingga Aceh jatuh pada hari kelahiran Chairil Anwar, 26 Juli.

"Penyair lebih dulu yang menghargai, menghormati, dan memualiakan puisi," kata Rida, seperti disampaikan kembali oleh Isbedy.

Deklarasi Hari Puisi Indonesia, berisi antara lain Indonesia dilahirkan oleh puisi yang ditulis secara bersama-sama oleh para pemuda dari berbagai wilayah tanah air.

Puisi pendek itu adalah Sumpah Pemuda.

Ia memberi dampak yang panjang dan luas bagi imajinasi dan kesadaran rakyat nusantara.

"Hari Puisi sebagai momentum bertemu penyair dan merayakan puisi guna memuliakan puisi," kata Rida K. Liamsi.

Para penyair yang diundang untuk mendeklarasikan Hari Puisi terbatas untuk mewakili provinsi/daerah. "Ini hanya soal anggaran untuk mengundang sebanyak penyair," kata Isbedy pula.

Dengan adanya Hari Puisi kita berharap dapat menempatkan puisi untuk dihormati. Sutardji menegaskan, bangsa yang besar adalah yang menghormati jasa-jasa pahlawannya. Tetapi, kata Sutardji lagi, kenapa tidak pada saat ini kita ikrarkan bahwa bangsa yang besar ialah bangsa yang berbudaya.

Gubernur Riau Rusli Zainal menyambut Deklarasi Hari Puisi yang dibacakan Presiden Penyair Sutardji Calzoum Bachri, didampingi para penyair Indonesia, di Anjungan Seni Idrus Tintin, Pekanbaru.

Sambutan hangat Gubernur Riau itu, akan ditindaklanjuti dengan mewajibkan kepala daerah se-Riau agar merayakan Hari Puisi yang ditetapkan 26 Juli mengacu tanggal kelahiran Chairil Anwar.

"Menariknya lagi, Gubernur Riau Rusli Zainal juga membacakan puisi 'Cintaku Jauh di Pulau' karya Chairil Anwar sebagai bukti ia menyambut positif penetapan Hari Puisi. Dia membaca untuk penutup pada saat pukul 23.00 WIB," kata Isbedy pula.

Rida K Liamsi, salah satu inisiator-koseptor Hari Puisi mengharapkan, adanya Hari Puisi maka kita bisa memuliakan dan menghargai puisi di Indonesia.

Hari Puisi ditetapkan pada 26 Juli mengacu kelahiran Chairil Anwar.

"Chairil adalah penyair fenomenal, dikenal dari Aceh hingga Papua. Itu sebab dasar pilihan tanggal Hari Puisi," kata Isbedy menyampaikan hasil Musyawarah Penyair Indonesia di Hotel Grand Elite Pekanbaru itu pula.

Mulai tahun depan, perayaan Hari Puisi akan dilaksanakan serentak di kabupaten/kota di Provinsi Riau.

"Gubernur Riau sangat berharap momentum deklarasi di bumi Melayu ini didengar pemerintah pusat,lalu ditetapkan pada 26 Juli," kata Isbedy lagi.

Para penyair yang tampil pada Malam Puisi dan menandatangani deklarasi antara lain D Kemalawati (Aceh), Hasan Albanna (Sumatera Utara), Fakhrunnas MA Jabar (Riau), Hasan Aspahani (Kepri), Anwar Putra Bayu (Sumatera Selatan), Isbedy Stiawan ZS (Lampung), Bambang Widiatmoko, Jamal D Rahman (Jakarta), Pranita Dewi (Bali), Micky Hidayat (Kalses), John Manaru (Papua) dan lain-lain.

                                          Hargai Budaya

Penyair Sutardji Calzoum Bachri menegaskan bahwa bangsa yang besar harus menghargai kebudayaan, dan bukan hanya menghargai para pahlawan.
 
Pernyataan Presiden Penyair Indonesia dilontarkan saat Musyawarah Penyair di Pekanbaru, Riau, Kamis (22/11).
 
Kegiatan serangkaian Malam Puisi dan Deklarasi Hari Puisi Indonesia.
 
Menurut Sutardji, Hari Puisi diperlukan oleh bangsa ini.
 
"Namun soal tanggal dan bulan, silakan saja," kata dia.
 
Kelahiran Chairil Anwar sebagai Hari Puisi Indonesia karena kepenyairan Chairil sudah dikenal hingga Papua, dan ia merupakan tonggak perpuisian Indonesia.
 
Meskipun soal tanggal ini mengundang perdebatan dalam Musyawarah Penyair Indonesia, namun mayoritas peserta menyetujui 26 Juli sebagai Hari Puisi Indonesia.
 
"Kalau egois ke-Riau-an, saya lebih setuju hari lahirnya Sutardji atau Raja Ali Haji. Tapi kita bicara keIndonesian, maka sangatlah pas jika ditetapkan tanggal kelahiran Chairil," kata Marhalim Zaini, penyair asal Riau.

Sumber: Antara, Minggu, 25 November 2012

No comments: